Tampilkan postingan dengan label Tren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tren. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Desember 2011
Aktivitas Seksual Remaja di Indonesia Cukup Tinggi
ilustrasi : indra
Data-data itu menyebutkan bahwa 97% pernah menonton film porno, 93% siswa SMP dan SMA pernah berciuman, 62,7% remaja SMP tidak perawan, 21,2% remaja pernah aborsi, dan 15% mahasiswa di Jakarta Semarang, dan Surabaya pernah melakukan seks pranikah. Terkait HIV Aids, tahun ini terjadi 403 kasus di Banten, hal tersebut sekaligus menempatkan Banten di posisi 14 penderita HIV Aids terbanyak tingkat nasional.
Data dari Didin Aliyudin, pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyebutkan bahwa transaksi seks juga terjadi di 3000 pelabuhan di Indonesia. Untuk itu pemerintah melakukan kondomisasi. Tujuannya untuk mengurangi tingkat HIV Aids di Indonesia. Hal ini juga menepis anggapan bahwa pemerintah melegalkan seks bebas.
Sementara itu, menurut salah satu pemateri, Sake Pramawisakti, Psikolog RSUD Serang, pendidikan seks dapat diajarkan pada anak sejak dini tanpa menunggu anak bertanya. Ia juga mengatakan bahwa pendidikan seks harus dijelaskan secara tegas dan gamblang, tentunya dengan bahasa yang lebih halus.
Talkshow yang diwarnai patahnya kursi pemateri ini sangat menyita perhatian penonton. Hal tersebut dapat dilihat dari penuhnya ruang auditorium dan antusiasme penonton yang sangat tinggi. Mereka memberikan pertanyaan yang variatif terkait materi yang dibahas. (Tulus/Indra)
Rabu, 07 Desember 2011
Seragam sebagai Kepercayaan
bacadonggg.com - Banyak orang berpikir bahwa penampilan merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, terutama dalam hal gaya busana. Hal ini juga yang ditunjukkan oleh Presiden kita dari masa ke masa. Kita ambil contoh Ir. Soekarno, gaya busana khas dengan celana panjang, kemeja, jas, peci, dasi, dan sepatu yang serba necis.
Ketika ia menjabat sebagai Presiden, ia merancang sendiri seragamnya “…Aku ingin menggunakan pakaian seragam pada setiap penampilan di depan publik karena aku tahu rakyat yang tertindas senang melihat Presidennya yang berpakaian necis. Seorang pemimpin Indonesia harus menjadi seorang tokoh berwibawa tinggi. Dia harus menunjukkan kekuasaan. Bagi ras yang pernah ditaklukkan, inilah kekuasaan,” tutur Bung Karno setelah proklamasi kemerdekaan 1945 dan diangkat menjadi Presiden.
Seragam yang dikenakannya merupakan perpaduan antara seragam militer dan perjuangan sipil (rakyat). Lambang bintang setia berada di kedua kelepak pada pundak jas, sebagai tanda kepresidenan, serta empat kantong pada jas. Lalu yang tidak ketinggalan, peci hitam yang sedikit miring ke kiri. Menurutnya pakaian ala mliter ini, secara mental merupakan selubung kepercayaan dari rakyat.
Bung Karno sangat mengerti kondisi rakyatnya yang pada saat itu masih banyak yang buta huruf. Oleh karena itu, selain melalui pidato-pidato dan kata-kata (propaganda) maka ia juga kreatif menciptakan “penampilan” layaknya pemimpin besar di hadapan rakyat.
“Demikianlah, seragam dimata Bung Karno tidak hanya menunjukkan identitas nasional, melainkan sebagai alat untuk membangkitkan kepercayaan dan martabat rakyat. Bukankah sebelum membangun suatu bangsa, kita perlu membangun jiwa dan mentalnya lebih dahulu,” kata Rudi Hartono dalam tulisannya Soekarno dan Pakaian "Uniform", 2010. (Widya)
sejarah.kompasiana.com/2010/06/.../soekarno-dan-pakaian-“uniform... jam 10:21
penasoekarno.wordpress.com untuk gambar.
Rabu, 16 November 2011
HAC, Koreaan di Untirta
![]() |
| Anggota HAC. FOTO : HAC |
“Virus-virus Korea” nampaknya sudah mewabah di kalangan masyarakat Indonesia, tidak hanya pada kalangan menengah ke atas tetapi juga menengah ke bawah. Boyband dan girlband di Indonesia pun mulai bermunculan. Komunitas-komunitas pencinta Korea juga merebak di berbagai tempat. Salah satunya komunitas yang ada di Untirta, yaitu Han-GukAein Community alias HAC.
Han-Guk yang dalam bahasa Korea artinya orang Korea. sedangkan Aein artinya pecinta. Jadi HAC berarti komunitas pencinta Korea. Ade Yustika Rohmi (21), mengatakan bahwa penggagas komunitas HAC berasal dari mahasiswa Untirta yakni Asih Sitoresmi, Khotimah, Ade dan Sri Damayanti serta teman- teman lainnya. HAC diresmikan pada tanggal 12 November 2010 tetapi perekrutan anggotanya dimulai dari bulan Oktober 2010.
“Awal berdirinya HAC memiliki 99 anggota pada tahun 2010 tetapi sekarang sudah ada 226 anggota, yang terdiri dari siswa SMP, SMA, mahasiswa dan orang-orang yang sudah kerja. Tujuan kita ingin kumpul bareng dengan orang-orang pencinta Korea di dunia nyata tidak hanya di dunia maya saja. Kita ingin punya temen-temen yang bisa diajak ngobrol langsung,” jelas Ade, sekretaris HAC ketika di wawancara Rabu (16/11).
Ada lima divisi dalam HAC, yakni Hangul (belajar bahasa Korea), Korean Drama (sharing tentang acara drama Korea yang terbaru, yang sedang diputar di Korea), Korean Movie (membahas seputar film-film Korea), Korean Popers (membahas musik-musik Korea) dan yang terakhir Korean Cover Dance. Cover dance adalah menarikan kembali dances artis korea dan berusaha sebisa mungkin untuk mirip seperti boyband atau girlband yang ditiru tapi bukan plagiat. Saat ini di HAC ada cover dance ‘After School’ namanya ‘Spicy’.
Informasi-informasi terbaru seputar Korea, biasanya di update para anggota HAC dari internet. Jadwal untuk berkumpul di HAC yaitu hari Senin jam 10.00 WIB, Kamis jam 15.00 WIB dan Jumat jam 13.00 WIB. Tempat biasa mereka berkumpul pun masih di sekitar kampus Untirta, salah satunya adalah di depan gedung rektorat karena mereka belum mempunyai basecamp yang tetap.
Ade juga menjelaskan, “Kendala yang kita hadapi paling masalah sponsor dan fasilitas. Saat ini untuk mengadakan acara-acara kadang kita masih menggunakan uang sendiri, karena kita kan komunitas yang berdiri sendiri. Tapi selama mereka nyaman ya kita jalani,” jelas Ade.
Dalam menghadapi kendala-kendala tersebut HAC tinggal diam. Saat ini ia juga sedang berusaha untuk bekerja sama dengan duta besar Korea yang sedang dalam tahap proses.
Ketika ditanya mengenai harapannya untuk HAC kedepannya, gadis berkerudung ini mengatakan, “Semoga HAC dikenal di luar, bisa jadi lebih baik dan kuat, bukan hanya kumpul-kumpul biasa tetapi juga menjadi keluarga yang saling mendukung satu sama lain.” Kata Ade sambil tersenyum.












