Akhir Tahun : Kampus Penuh Baliho

bacadonggg.com - Nuansa politik sangat terasa di kampus setiap akhir tahun datang. Hal ini terlihat dari banyaknya baliho yang terpampang bebas di setiap sudut ruang kampus....

Presma Baru, Rencana Baru

Pemilu Raya (Pemira) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah dilaksanakan pada 29 Desember 2011. Calon-calon pemimpin kita yang baru pun telah terpilih...

Untirta Expo 2011 Kurang Menarik Perhatian

bacadonggg.com - Akhir pekan di bulan Desember 2011, Untirta kembali menggelar acara tahunannya, yakni Untirta Expo. Walaupun di tahun 2010 lalu Untirta Expo sempat vaccum, tapi panitia...

Gado-gado Bu Suryo, Gado-gado Khas Jogja

bacadonggg.com - Bicara soal makanan khas, gado-gado tentu tidak lepas dari daftar menu makanan khas Indonesia. Makanan khas Betawi yang terbuat dari...

Liburan Ke Pulau Peucang

bacadonggg.com - Libur semester ganjil sudah di depan mata, tidak sedikit mahasiswa yang jenuh dengan rutinitas kuliah merencanakan liburan untuk mengisi waktu kosong...

Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Liburan Ke Pulau Peucang

bacadonggg.com - Libur semester ganjil sudah di depan mata, tidak sedikit mahasiswa yang jenuh dengan rutinitas kuliah merencanakan liburan untuk mengisi waktu kosong, berbagai tempat pun menjadi pilihan berlibur. Pulau Peucang dapat menjadi salah satu pilihan tempat yang cocok untuk mengisi liburan. Pulau peucang merupakan pulau yang terdapat di selat Panaitan Kabupaten Pandeglang Banten atau sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon.

Pulau ini bersama Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum termasuk dalam wilayah kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sehingga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Taman Ujung Kulon, juga berkunjung ke pulau berpasir putih ini.

Tempat ini bisa ditempuh dari Serang sekitar 4 jam, melalui jalur Serang-Pandeglang-Labuan hingga sampai di Desa Sumur. Dari Desa Sumur Kecamatan Labuan, perjalanan ke Pulau Peucang dilanjutkan menggunakan kapal dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Nama Peucang sendiri diambil dari nama sejenis siput yang sering dijumpai di pantai ini ada juga yang menyebutnya diambil dari nama sejenis menjangan yang tinggal di kawasan ini. Posisi Pulau Peucang diapit oleh Pulau Umang dan Ujung Kulon serta merupakan gerbang terluar menuju Samudra Hindia. Oleh karena itu, kondisi lautnya menjadi tak berombak, sangat tenang dengan pasir putih yang landai aman untuk berenang. Pasirnya putih, dan gradasi warna laut kehijaun, biru hingga biru tua sangat jernih, dikelilingi oleh hutan. Laut di sekitar Pulau Peucang sangat jernih sehingga cocok sekali apabila kita berselancar bebas di sana.

Di Pulau Peucang ada juga penginapan yang langsung berdekatan dengan hutan. Tak jarang juga dijumpai rusa, monyet dan binatang-binatang hutan lainnya. Jangan heran apabila kalian sering mendengar suara-suara berisik dari hewan-hewan ini. Tapi ini menjadi daya tarik tersendiri karena yang biasanya kalo di kelas kita dengerin dosen nerangin depan kelas, disana kita dengerin suara monyet-monyet.

Menarik sekali bukan?? Kamu ingin ke sana untuk menikmati keindahan Pulau Peucang dan Taman Nasional Ujung Kulon?? Ayo segera ajak keluarga, sahabat dan pacar untuk menkmati keindahan pulau peucang. (Susi)

Rabu, 14 Desember 2011

Sawarna, Surga di Selatan Banten


bacadonggg.com – Bagi Anda pecinta travelling, wajib hukumnya singgah di satu pos wisata yang menjanjikan di Banten selatan. Sawarna namanya. Sawarna merupakan sebuah desa kecil yang letaknya berada di bibir Samudera Hindia, tepatnya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.  Desa seluas 3200 hektar ini menyimpan sejuta potensi. Mulai dari panorama alam yang indah hingga sumber daya alam yang melimpah, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata. Semua itu menjadi daya tarik tersendiri untuk desa ini.

Menurut petunjuk yang terpampang di pinggir jalan raya Bayah-Sukabumi, jarak Sawarna dengan Jakarta adalah 231 km. Sedangkan dari Serang, Sawarna berjarak lebih kurang 155 Km. Perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kecepatan rata-rata 50 Km/jam melalui jalan darat dari Serang.

Jarak yang jauh untuk ke tempat ini tidak akan terasa membosankan, karena di sepanjang jalan lintas Banten dari wilayah Utara Banten menuju ke wilayah Selatan Banten, melewati Serang-Pandeglang-Malingping-Bayah, banyak hal yang menarik perhatian. Alam yang indah, terdiri dari puluhan hektar kebun Kelapa sawit, Hutan Jati, serta budaya masyarakat setempat, seperti hasil kerajinan tangan mereka.

Sawarna menyajikan dua jenis wisata, wisata pantai dan wisata goa. Di desa itu terdapat Goa Lalai, Goa Camaung, Goa Sikadir, Goa Langit, dan Goa Sangko. Para peneliti asing kerap berkunjung untuk meneliti. Sedangkan wisata pantai Sawarna terdiri dari Pantai Ciantir dan Pantai Tanjung layar.

Laut lepas dengan warna biru bening yang begitu luas, menggugah hasrat untuk merasakan belaian ombaknya, ditambah dengan tiupan angin laut yang sangat keras namun lembut. Kebanyakan para wisatawan memanfaatkan Pantai Ciantir untuk memancing, karena di sini terdapat muara yang cukup besar,

Karang-karang yang ada di Pantai Tanjung layar ini berbentuk sangat unik dan bebatuannya tersusun berbuku-buku dengan teratur, sangat indah. Ombaknya juga sangat lah indah, sekilas terlihat seperti berkejaran karena tertiup angin. Suara gemuruhnya sangat menakutkan, apalagi ketika ombak itu pecah menghantam karang yang berdiri tegak. Namun hal ini menjadi sensasi keindahan tersendiri untuk pantai ini.
Jika Anda tertarik, segeralah siapkan barang-barang Anda. Surga di selatan Banten telah menunggu Anda. Selamat berlibur! (Tulus Muliawan)

Kamis, 08 Desember 2011

Menelusuri Jejak Pemimpin Banten Lewat Museum Kepurbakalaan Banten Lama

Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang
merupakan pusat peninggalan sejarah Banten, Rabu (7/12).

bacadonggg.com - Mengunjungi kawasan Banten lama tak lengkap rasanya jika tidak mampir sebentar ke Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. Disana Anda akan mendapat cerita lengkap tentang kisah para pemimpin Banten di masa sejarah.

Museum yang masih berdiri dibawah Dirjen Sejarah dan Purbakala ini menampung berbagai artifak kerajaan Banten beberapa periode. Seperti guci, keramik ukiran oriental, koin, keris, golok, lukisan, peluru yang terbuat dari besi, timah dan batu.

Benda-benda tersebut memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, peninggalan sejarah tersebut juga menjadi saksi bisu perjuangan para pemimpin Banten terdahulu dalam masa penjajahan. Mulai dari Sunan Gunung Jati hingga di masa keemasan Banten ketika dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Museum ini selalu ramai pada hari libur. Menurut keterangan Yanuar (26), pemandu wisata, para pengunjung berasal dari berbagai usia mulai dari pelajar, pengunjung umum dan peneliti dari luar negeri. Namun pengunjung paling ramai dari kalangan pelajar.

Untuk masuk ke dalam museum sejarah ini, pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp.1000,- harga yang murah untuk  informasi bernilai sejarah. (Rahmi)



Kamis, 24 November 2011

Garuda Wisnu Kencana

bacadonggg.com - Bali merupakan pulau yang memiliki sejuta pesona. Pesona itu tidak hanya berasal dari keindahan alam, melainkan juga dari keindahan wisata religi. Banyak tempat peribadatan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik asing maupun domestik.

Salah satu tempat wisata religi yang sering dikunjungi adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). GWK merupakan lokasi dimana di dalamnya berdiri sebuah patung raksasa setinggi 150 meter.

"Patung ini dibuat untuk menunjukkan pada dunia bahwa di Asia juga terdapat patung tertinggi seperti patung liberty di Amerika Serikat," ujar pemandu wisata yang memandu rombongan KKL Untirta Rabu (23/11).

Meskipun ini wisata religi, namun pengunjung juga bisa menikmati keindahan  wisata yang lain.  Di sini pengunjung juga bisa melihat keindahan Pulau Balidari ketinggian 100 meter dari permukan laut. (Indra)

Rabu, 16 November 2011

Wisata Sejarah Banten


Masjid Agung Banten lama yang menjadi simbol utama Banten. GOOGLE
bacadonggg.com - Liburan menjadi suatu hal yang mengembirakan bagi setiap orang, entah itu dari kalangan pelajar atau pun kalangan para pekerja. Namun, terkadang mereka yang ingin menikmati liburannya bingung mencari tempat berlibur.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ami menyarankan beberapa tempat yang tepat untuk menjadi alternatif liburan hemat bagi anda. Diantaranya anda bisa berkunjung ke lokasi wisata Banten Lama. Di kawasan ini anda akan di ajak berlibur ke masa-masa penjajahan pada masa Belanda menjajah tanah Banten. Terlihat benteng-benteng yang runtuh hancur menjadi puing-puing di kawasan Banten Lama ini. Keindahan tempat ini kerap  dimanfaatkan oleh para Fotografer untuk memotret prewedding dan foto model.


Selain kita di ajak untuk menikmati masa-masa penjajahan masa lampau dan berfoto-foto, kita juga bisa berbelanja masakan dan makanan khas Banten, diantaranya ada sate bandeng, kue cuer, kue apem, ketan bintul dan masih banyak lagi jajanan yang bisa kita dapatkan di sini.

Setelah puas dengan jajanan dan masakan anda juga bisa melakukan ritual religius di kawasan Masjid Agung Banten Lama, yang masih berada dalam komplek Banten Lama. Para peziarah biasa memanfaatkan tempat ini karena di sini terdapat makam-makam para leluhur dan prajurit yang sangat di hormati oleh warga setempat.

Anda penasaran bukan?
Silakan anda kunjungi langsung lokasi wisata Banten Lama ini. Tidak perlu mengeluarkan uang banyak anda bisa menikmati keindahan nuansa lampau yang alami. Selamat berlibur! (Indra Permana S)