Akhir Tahun : Kampus Penuh Baliho

bacadonggg.com - Nuansa politik sangat terasa di kampus setiap akhir tahun datang. Hal ini terlihat dari banyaknya baliho yang terpampang bebas di setiap sudut ruang kampus....

Presma Baru, Rencana Baru

Pemilu Raya (Pemira) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah dilaksanakan pada 29 Desember 2011. Calon-calon pemimpin kita yang baru pun telah terpilih...

Untirta Expo 2011 Kurang Menarik Perhatian

bacadonggg.com - Akhir pekan di bulan Desember 2011, Untirta kembali menggelar acara tahunannya, yakni Untirta Expo. Walaupun di tahun 2010 lalu Untirta Expo sempat vaccum, tapi panitia...

Gado-gado Bu Suryo, Gado-gado Khas Jogja

bacadonggg.com - Bicara soal makanan khas, gado-gado tentu tidak lepas dari daftar menu makanan khas Indonesia. Makanan khas Betawi yang terbuat dari...

Liburan Ke Pulau Peucang

bacadonggg.com - Libur semester ganjil sudah di depan mata, tidak sedikit mahasiswa yang jenuh dengan rutinitas kuliah merencanakan liburan untuk mengisi waktu kosong...

Kamis, 24 November 2011

Peserta Nikmati Keindahan Pulau Penyu

bacadonggg.com - Sejumlah mahasiswa jurusan ilmu komunikasi yang mengikuti program KKL (Kuliah Kerja Lapangan) ke Pulau Dewata sangat berkesan ketika mengunjungi pulau penyu di  Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali. Mulai dari awal perjalanan ketika menyebrang mereka begitu menikmati indahnya terumbu karang dan ikan hias. Keindahan bawah air dapat terlihat dari perahu motor lewat kaca submarine bening yang terdapat di bawah perahu sembari melemparkan roti sandwich kurang lebih 15 menit.
Syifa Rohaini, salah satu peserta KKL memaparkan kesenangannya ketika berada di pulau yang indah akan ribuan penyu tersebut. “Saya sangat senang sekali bisa berkunjung ke tempat ini. Apalagi ketika saya bisa memegang penyu dan berfoto langsung, itu benar-benar pengalaman pertama yang berkesan sekali,” ujar perempuan berkerudung ini.
Ketika berada di Pulau Penyu pemandu lokal menjelaskan proses perkembangan penyu berikut binatang lainnya karena selain penangkaran penyu dari yang telor penyu sampai dengan yang sudah siap bertelor, bahkan ada yang berumur 100 tahun.
“Saya sangat terkesan sekali karena masyarakat disini masih mau melestarikan hewan-hewan yang sudah hampir punah, dan bukan hanya penyu saja yang diselamatkan tetapi masih ada Iguana, Elang dan hewan lainnya yang dibudidayakan di pulau ini,” ujar Syifa menjelaskan kesan-kesannya berada di Pulau Penyu. (Susilawati)

Garuda Wisnu Kencana

bacadonggg.com - Bali merupakan pulau yang memiliki sejuta pesona. Pesona itu tidak hanya berasal dari keindahan alam, melainkan juga dari keindahan wisata religi. Banyak tempat peribadatan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik asing maupun domestik.

Salah satu tempat wisata religi yang sering dikunjungi adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). GWK merupakan lokasi dimana di dalamnya berdiri sebuah patung raksasa setinggi 150 meter.

"Patung ini dibuat untuk menunjukkan pada dunia bahwa di Asia juga terdapat patung tertinggi seperti patung liberty di Amerika Serikat," ujar pemandu wisata yang memandu rombongan KKL Untirta Rabu (23/11).

Meskipun ini wisata religi, namun pengunjung juga bisa menikmati keindahan  wisata yang lain.  Di sini pengunjung juga bisa melihat keindahan Pulau Balidari ketinggian 100 meter dari permukan laut. (Indra)

Rabu, 23 November 2011

Rombongan KKL Batal Ke Surabaya

bacadonggg.com - Rombongan KKL ilmu komunikasi yang semula dijadwalkan singgah di Surabaya akhirnya batal. Menurut jadwal rombongan singgah di Surabaya untuk mengunjungi Jawa Pos, Jtv, dan Unair.
Menurut laporan reporter bacadonggg.com yang ikut dalam rombongan, Nike Herlina, pembatalan itu terjadi karena kurangnya koordinasi antarpanitia. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan ketua panitia Ari Pandu, Ari Pandu menjelaskan bahwa yang memiliki link dengan Jawa Pos sebetulnya adalah Ibu Nunu, namun karena yang bersangkutan tidak ikut serta dalam rombongan, koordinasinya menjadi sulit.

Sebelumnya Jawa Pos menawarkan para rombongan untuk tetap berkunjung, namun bukan ke  bagian redaksi melainkan ke bagian percetakan. Panitia menolaknya karena yang ingin dilihat bukanlah mesin tetapi proses kerja dalam redaksi.

Ari Pandu juga memberikan alasan yang sama terkait pembatalan kunjungan ke Unair.
"Kalau ke Unair enggak jadi karena yang punya link itu Ibu Nunu, tapi dia enggak bisa ikut karena anaknya tidak bisa ditinggal. Karena link-nya di dia jadi aga sulit kita koordinasi,  jadi d iputuskan kita skip dan dialihkan ke Solo Post," kata Ari.

Pembatalan itu menuai kritik dari beberapa peserta. Indra Bayu, mahasiswa jurusan humas semester lima mengeluhkan ketegasan dan keseriusan panitia dalam melaksan.akan kegiatan ini. "Dari panitia kurang tegas dan terkesan tidak jelas dalam memberi info. Panitia seperti setengah hati menyukseskan acara ini," ungkap Bayu.

Selain Bayu, Dini mahasiswa non reguler juga mengaku kecewa atas beberapa masalah yang terjadi. "Kecewalah pasti karena enggak sesuai jadwal. Saran saya, rencananya lebih matang, jangan enggak pasti," kata Dini. (Tulus)

“Keripik Setan” Susi

twitter.com

Oleh : TULUS MULIAWAN

Dalam sejarah hidup Susilawati, mahasiswa semester lima jurusan ilmu komunikasi, berbisnis keripik pedas adalah sebuah kelanjutan dari hobi-hobinya berbisnis di masa-masa sebelumnya. Perempuan asli Cimahi ini sebelumnya pernah menjalankan beberapa bisnis kecil-kecilan seperti berjualan pulsa dan agen cutting sticker.

Meskipun awal terkesan tidak sengaja, tapi bisnis ini cukup menjanjikan bagi Susi. Bisnis ini berawal dari kebiasaan teman-teman sekelas Susi yang meminta dibawakan oleh-oleh dari Bandung saat Susi pulang ke Bandung. Brownies dan beberapa kue lainnya sudah menjadi hal biasa dari Bandung. Akhirnya, Susi membawakan keripik pedas untuk teman-temannya, dan ternyata mereka ketagihan.

“Tiap saya pulang ke Bandung pasti mereka titip tolong dibeliin dan itu enggak sedikit. Mulai dari situ saya berpikiran kenapa enggak dijadikan usaha aja ya. Enggak lama saya lihat di tv ada kripik dari Bandung yang jadi heboh banget, dengan itu saya jadi semakin termotivasi,” terang Susi.

Susi menceritakan, saking seringnya Susi membeli keripik dalam jumlah besar, produsen pembuat keripik tersebut menjadi penasaran dan meminta untuk berbincang serius dengan Susi. Dari situlah terjadi kesepakatan untuk sama-sama mengembangan bisnis keripik pedas ini.

Susi mendatangkan langsung kripik pedas ini dari Bandung dengan menggunakan jasa bus Arimbi untuk pengiriman. Setiap kripik pesanan dikirimkan produsen melalui bus Arimbi jurusan Bandung-Merak. Setibanya di Serang Susi berhubungan langsung dengan awak bus Arimbi untuk mengambil kripik tersebut. Menurut Susi cara ini terbukti efektif dan jauh lebih murah ketimbang menggunakan jasa paket yang lain.

Satanas

Label “Satanas” yang melekat erat pada keripik pedas Susi merupakan buah pemikirannya sendiri. Nama tersebut dipilih Susi setelah ia mencarinya di situs google.com. Satanas dalam bahasa Spanyol berarti Setan. Kata setan sendiri, menurut Susi merupakan istilah yang akrab bagi keripik pedas.

Untuk mempromosikan bisnis kripik pedas tersebut, Susi memilih menggunakan twitter. “Saya buat twitter @keripiksatanas dan mem-follow anak-anak kampus. saya mulai promosi dan banyak yang penasaran,” jelas Susi. Dari situlah ia mendapatkan banyak pelanggan di kampus. Selain karena rasanya yang gurih, keripik pedas tersebut juga dijual lebih murah dari harga pasar, yaitu Rp 11.500.

Bagi Susi bisnis ini bukanlah prioritas. Ia menjalaninya karena hobi. Meskipun agak sulit mengatur waktu, Susi cukup senang menjalaninya. “Saya senang bisa punya uang jajan tambahan dari apa yang saya lakukan dan merasa bangga kalau bisa jajan atau beli sesuatu dari uang sendiri,” ungkap Susi.

Di akhir perbincangan, dengan penuh keyakinan ia menyatakan bahwa produknya mampu berkembang dan bersaing dengan merk lain. “Dari rasa aja sudah jelas beda, kualitas singkong juga enggak keras kayak kripik lainnya, dan yang terakhir soal harga bener-bener terjangkau,” tutup Susi dengan bersemangat.

Peseta KKL Kehilangan Kamera

bacadonggg.com - Seorang peserta KKL, Egi kehilangan kameranya saat rombongan transit di rumah makan Sukowati, di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (20/11).

Menurut keterangan yang didapat di lapangan, korban kehilangan kameranya saat sedang melaksanakan shalat maghrib. Saat itu kamera diletakan di sebelahnya. (Nike)