Akhir Tahun : Kampus Penuh Baliho

bacadonggg.com - Nuansa politik sangat terasa di kampus setiap akhir tahun datang. Hal ini terlihat dari banyaknya baliho yang terpampang bebas di setiap sudut ruang kampus....

Presma Baru, Rencana Baru

Pemilu Raya (Pemira) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah dilaksanakan pada 29 Desember 2011. Calon-calon pemimpin kita yang baru pun telah terpilih...

Untirta Expo 2011 Kurang Menarik Perhatian

bacadonggg.com - Akhir pekan di bulan Desember 2011, Untirta kembali menggelar acara tahunannya, yakni Untirta Expo. Walaupun di tahun 2010 lalu Untirta Expo sempat vaccum, tapi panitia...

Gado-gado Bu Suryo, Gado-gado Khas Jogja

bacadonggg.com - Bicara soal makanan khas, gado-gado tentu tidak lepas dari daftar menu makanan khas Indonesia. Makanan khas Betawi yang terbuat dari...

Liburan Ke Pulau Peucang

bacadonggg.com - Libur semester ganjil sudah di depan mata, tidak sedikit mahasiswa yang jenuh dengan rutinitas kuliah merencanakan liburan untuk mengisi waktu kosong...

Rabu, 16 November 2011

Sjafruddin Prawiranegara : Pahlawan yang Terlupakan

Sjafrudin Prawiranegara (ketiga dari kanan) sempat menjadi presiden RI
selama 207 hari. GOOGLE
Oleh : Nike Herlina dan Tulus Muliawan 
Bagi sebagian orang nama Sjafruddin Prawiranegara seperti bukan nama yang spesial, padahal ia adalah presiden RI yang menjabat pada 19 Desember 1948-13 Juli 1949. Ia menggantikan Bung Karno untuk sementara karena Bung Karno dan bung Hatta ditangkap penjajah saat Agresi Militer II. Namun sayang, pengabdiannya tidak terpublikasi karena pemerintah tidak mengakuinya sebagai pahlawan nasional. 

Sjafruddin Prawiranegara adalah putra Banten yang lahir di Serang 28 Februari 1911. Ia menyelesaikan pendidikannya di Madiun, Bandung , dan Jakarta. Sejarah pendidikannya begitu panjang, setelah menatkan pendidikan di Bandung ia pun kembali mengenyam pendidikan S1 dan S2-nya di fakultas hukum Rechtshogeschool yang sekarang dikenal dengan Universitas Indonesia.

Karir 
Prawiranegara mengawali karirnya menjadi pegawai siaran di sebuah radio swasta, kemudian ia menjadi petugas di Departemen Keuangan Belanda sekaligus menjadi pegawai di Departemen Keuangan Jepang. Sejarah sebelum kemerdekaan ia juga menorehkan kakir sebagai badan legislatif Indosesia dan badan pekerja KNIP.  

Dalam perkembangan karirnya ia menjadi menteri keuangan pertama di Indonesia. Pada masa jabatannya ia juga dikenal dengan kebijakan Gunting Sjafruddin, yaitu mengunting uang Rp. 5 karena saat itu Indonesia mengalami krisis ekonomi dengan infalasi tinggi dan harga yang melambung. 

Pasca kemerdekaan Sjafruddin menjadi sosok yang kontroversial karena mendirikan PRRI untuk menentang kepemimpinan Soekarno yang tidak prorakyat. Keterlibatan Sjafruddin dalam PRRI itulah yang membuat peran penting Sjafruddin hilang selama era Orde Lama ataupun Orde Baru. Hilangnya peran Sjafruddin juga membuat namanya hilang hingga era reformasi.  

Di awal tahun 2011 ini nama Sjafruddin kembali mencuat melalui novel berjudul Presiden Prawiranegara karya Akmal Nasery Basral. Novel buatan mantan wartawan Tempo itu menceritakan kisah 207 hari Sjafruddin selama menjabat presiden RI. Seperti yang dilansir Kompas.com, Akmal mengatakan bahwa ia ingin memberitahu bahwa ada satu masa dalam kehidupan Pak Sjafruddin yang selama ini kurang dijelaskan. 

Akmal melihat Sjafruddin sebagai pemimpin yang prorakyat dan memiliki pengorbanan yang tidak kenal pamrih. Namun, ia tak banyak dikenalkan di sekolah, sebagaimana nama Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, dan H Agus Salim. 

Jasa besar Sjafruddin yang begitu besar seakan tak berarti ketika berhadapan dengan tirani. Melalui buku Presiden Prawiranegara ini diharapkan mata kita terbuka bahwa masih ada sejumlah pahlawan yang terlupakan jasanya. Ingatlah kata-kata Bung Karno "Jangan sekali-sekali melupakan Sejarah". Selamat Hari Pahlawan!

Rabeg, Makanan Khas Serang

 

Rabeg, makanan berkuah santan khas Serang. GOOGLE
bacadonggg.com - Selain sate bandeng yang begitu popular di Banten, rabeg juga menjadi salah satu makanan khas yang wajib dicicipi. Rabeg terbuat dari daging dan jeroan kambing yang berenang diatas kuah santan yang lezat akan rempah-rempah jahe dan lada dengan sedikit rasa cabai merah.

Rasa pening di kepala akan terobati dengan cita rasa pedas dari rabeg. Menurut beberapa warga asli Serang, rabeg merupakan hidangan istimewa Istana Banten. Rabeg selalu disajikan pada saat pesta dan acara selamatan, terutama pada selamatan akikah kelahiran anak.
 
 
Supaya rasa penasaran menjauh dari pikiran, kita bisa mencicipinya dengan datang ke salah satu rumah makan  di daerah Magersari, Jalan Raya Serang-Cilegon, tepat di depan Rumah Tahanan Serang. Di depan rumah makan itu tertulis, ”Rabeg Khas Serang”.
Jangan cemas soal harga, karena harga rabeg sangat terjangkau untuk kantong mahasiswa. (Susilawati)  
Sumber : www.bantenbiz.com

HAC, Koreaan di Untirta

Anggota HAC. FOTO : HAC
Oleh : Widya Rahmayanti 
“Virus-virus Korea” nampaknya sudah mewabah di kalangan masyarakat Indonesia, tidak hanya pada kalangan menengah ke atas tetapi juga menengah ke bawah. Boyband dan girlband di Indonesia pun mulai bermunculan. Komunitas-komunitas pencinta Korea juga merebak di berbagai tempat. Salah satunya komunitas yang ada di Untirta, yaitu Han-GukAein Community alias HAC. 

Han-Guk yang dalam bahasa Korea artinya orang Korea. sedangkan  Aein artinya pecinta. Jadi HAC berarti komunitas pencinta Korea. Ade Yustika Rohmi (21), mengatakan bahwa penggagas komunitas HAC berasal dari mahasiswa Untirta yakni Asih Sitoresmi, Khotimah, Ade dan Sri  Damayanti serta teman- teman lainnya. HAC diresmikan pada tanggal 12 November 2010 tetapi perekrutan anggotanya dimulai dari bulan Oktober 2010.

“Awal berdirinya HAC memiliki 99 anggota pada tahun 2010 tetapi sekarang sudah ada 226 anggota, yang terdiri dari siswa SMP, SMA, mahasiswa dan orang-orang yang sudah kerja. Tujuan kita ingin kumpul bareng dengan orang-orang pencinta Korea di dunia nyata tidak hanya di dunia maya saja. Kita ingin punya temen-temen yang bisa diajak ngobrol langsung,” jelas Ade, sekretaris HAC ketika di wawancara Rabu (16/11).

Ada lima divisi dalam HAC, yakni Hangul (belajar bahasa Korea), Korean Drama (sharing tentang acara drama Korea yang terbaru, yang sedang diputar di Korea), Korean Movie (membahas seputar film-film Korea), Korean Popers (membahas musik-musik Korea) dan yang terakhir Korean Cover Dance. Cover dance adalah menarikan kembali dances artis korea dan berusaha sebisa mungkin untuk mirip seperti boyband atau girlband yang ditiru tapi bukan plagiat. Saat ini di HAC ada cover dance ‘After School’ namanya ‘Spicy’.

Informasi-informasi terbaru seputar Korea, biasanya di update para anggota HAC dari internet. Jadwal untuk berkumpul di HAC yaitu hari Senin jam 10.00 WIB, Kamis jam 15.00 WIB dan Jumat jam 13.00 WIB. Tempat biasa mereka berkumpul pun masih di sekitar kampus Untirta, salah satunya adalah di depan gedung rektorat karena mereka belum mempunyai basecamp yang tetap.

Ade juga menjelaskan, “Kendala yang kita hadapi paling masalah sponsor dan fasilitas. Saat ini untuk mengadakan acara-acara kadang kita masih menggunakan uang sendiri, karena kita kan komunitas yang berdiri sendiri. Tapi selama mereka nyaman ya kita jalani,” jelas Ade.

Dalam menghadapi kendala-kendala tersebut HAC tinggal diam. Saat ini ia juga sedang berusaha untuk bekerja sama dengan duta besar Korea yang sedang dalam tahap proses.

Ketika ditanya mengenai harapannya untuk HAC kedepannya, gadis berkerudung ini mengatakan, “Semoga HAC dikenal di luar, bisa jadi lebih baik dan kuat, bukan hanya kumpul-kumpul biasa tetapi juga menjadi keluarga yang saling mendukung satu sama lain.” Kata Ade sambil tersenyum.

Nasi Sumsum Menggugah Selera

Nasi Sumsum paduan nasi dan sumsun yang menggugah selera. GOOGLE
bacadonggg.com - Jika di Bandung ada nasi liwet, di Serang juga ada yang khas yaitu Nasi Sumsum. Nasi bercampur sumsum tulang kerbau ini merupakan makanan khas Banten yang wajib mampir di lidah kita.

Nasi sumsum dimasak dengan cara dibakar sehingga menghasilkan aroma wangi yang menari-nari di hidung serta cita rasa istimewa yang dapat mengajak lidah kita bergoyang.

Yuk kita intip sedikit proses pembuatannya. Tahap pertama menyiapkan sumsum tulang kerbau. Sedangkan nasinya dimasak terpisah. Dalam penggunaan bumbu sebaiknya ditumbuk agar cita rasa tetap terjaga. Campuran nasi dan sumsum yang telah diberi bumbu kemudian dibungkus daun. Bungkusan nasi sumsum selanjutnya dibakar. Nasi sumsum biasanya dihidangkan bersama sate lidah kerbau dalam keadaan hangat suapaya tambah maknyus...

Walaupun sedikit langka, nasi sumsum masih dijual di beberapa rumah makan di Serang. Yuk kita icip-icip! (Susilawati)
Sumber : www.bantenbiz.com








Nexgen Photography : Produk Nyata Program Kewirausahaan Untirta

Nexgen
bacadonggg.com - Program kewirausahaan yang dilaksanakan Untirta pada tahun 2009 lalu membawa Vicky Ahmad dan kawan-kawan ke dunia bisnis di bidang jasa. 

Bisnis ini berawal dari minat Vicky Ahmad, mahasiswa komunikasi Untirtta angkatan 2005 terhadap fotografi. Ia berniat membuat suatu komunitas para pengguna kamera DSLR (kamera profesional) di Untirta. Namun dosen fotografi Fisip Untirta, Burhanudin,  menyarankan untuk membuka usaha di bidang fotografi agar dapat menghasilkan uang dan bukan hanya sekadar komunitas saja. Saat itu, Burhan juga menyarankan agar Vicky mengikuti program kewirausahaan untuk memperoleh modal.

Vicky yang pada saat itu sedang duduk di semester delapan kemudian mengajak Ega, Ian dan Uce yang sedang menempuh semeter enam untuk bekerja sama dalam mengajukan program kewirausahaan. Proposal yang mereka ajukan lolos sehingga mereka mendapat pelatihan dan kesempatan untuk magang di Sayuti Foto Wedding.

Berbekal uang yang diperoleh dari progam kewirausahaan mereka memulai dengan membeli alat-alat fotografi dan memilih nama Nexgen Photography (Nexgen) sebagai lebel dari jasa fotografi yang mereka tawarkan. Sampai saat ini Nexgen belum memilki sistem target dan masih bekerja jika ada job yang masuk karena masih terbentur dengan kesibukan kuliah.

Nexgen tidak hanya mengerjakan foto pernikahan tetapi juga foto wisuda saat Untirta menggelar wisuda. Sejak tahun 2009, hampir di setiap wisuda Nexgen selalu eksis dengan membuka stand foto wisuda. Usaha yang mereka jalankan ini telah mendapat dukungan dan respon yang positif di masyarakat, serta dapat memberikan mereka pemasukan untuk uang jajan.

Vicky selaku pendiri Nexgen mengaku senang menjalani bisnis ini karena ini merupakan hobinya. “Karena bisnis yang kita kerjakan ini merupakan hobi, jadi ngerjainnya juga enak dan enggak merasa terbebani,” terang Vicky. Vicky juga menambahkan, “Ada kepuasaan batin tersendiri, apalagi pada saat foto pengantin, seneng aja foto mereka karena hari itu adalah hari spesial buat mereka,” ujar Vicky.

Vicky berharap untuk kedepannya ia dan kawan-kawan dapat mengembangkan Nexgen menjadi lebih maju, bahkan memiliki cabang di setiap kota. Pria yang juga sangat senang mendengarkan musik ini berharap Nexgen dapat membuka lapangan pekerjaan dan terus berkembang. (Susilawati)