Akhir Tahun : Kampus Penuh Baliho

bacadonggg.com - Nuansa politik sangat terasa di kampus setiap akhir tahun datang. Hal ini terlihat dari banyaknya baliho yang terpampang bebas di setiap sudut ruang kampus....

Presma Baru, Rencana Baru

Pemilu Raya (Pemira) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah dilaksanakan pada 29 Desember 2011. Calon-calon pemimpin kita yang baru pun telah terpilih...

Untirta Expo 2011 Kurang Menarik Perhatian

bacadonggg.com - Akhir pekan di bulan Desember 2011, Untirta kembali menggelar acara tahunannya, yakni Untirta Expo. Walaupun di tahun 2010 lalu Untirta Expo sempat vaccum, tapi panitia...

Gado-gado Bu Suryo, Gado-gado Khas Jogja

bacadonggg.com - Bicara soal makanan khas, gado-gado tentu tidak lepas dari daftar menu makanan khas Indonesia. Makanan khas Betawi yang terbuat dari...

Liburan Ke Pulau Peucang

bacadonggg.com - Libur semester ganjil sudah di depan mata, tidak sedikit mahasiswa yang jenuh dengan rutinitas kuliah merencanakan liburan untuk mengisi waktu kosong...

Rabu, 14 Desember 2011

Cony Satya : Raup Untung Lewat Pulsa



“Saya dapat untung Rp 300 ribu perbulan!,” ujar Coni sambil senyum sumringah ketika ditanya berapa keuntungan yang diraih dari bisnis pulsanya, disela-sela kesibukannya di Untirta tv, Rabu (7/12).

Saat ini pulsa telah menjadi kebutuhan konsumtif setiap orang. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh Coni Satya (20) salah satu mahasiswa ilmu komunikasi yang sedang duduk di bangku semester lima. Dengan modal awal lima ratus ribu Coni memulai bisnis pulsanya.


Cony merupakan satu dari sekian banyak penjual pulsa di kampus Untirta. Namun, keuntungan luar biasa yang diperolehnya patut jadi perhatian. Para pelangganya tidak lain merupakan teman-teman kampus. Sistem penjualan pulsanya rata-rata meminta diisikan pulsa lewat pesan singkat. Setiap harinya Coni dapat melakukan transaksi penjualan pulsa lebih dari 8 kali transaksi.

Jika dilihat dari untung setiap transaksi, Cony mendapatkan untung mulai dari Rp 500 sampai Rp 1000. Dari semua keuntungan yang didapatkan, Cony selalu mengumpulkannya hingga satu bulan, dari situlah keuntungan baru dapat terlihat. Keuntungan yang ia dapatkan, digunakannya untuk menambah uang saku.

Di akhir perbincangan ia mengungkapkan harapannya ke depan. Ia berharap keuntungan dari penjualan pulsa dapat ia jadikan sebagai modal tambahan untuk membuka bisnis yang lain.

“Kalau modalnya sudah banyak mungkin saya akan menambah bisnis lagi, jualan baju atau akseesoris gitu,” terang Cony. (Susilawati)

FISIP Mengadakan Pemilihan Dekan

bacadonggg.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) mengadakan pemilihan dekan di gedung perkuliahan B ruang 47 Senin (5/12). Ada tiga calon yang bersaing dalam pemilihan dekan kali ini. Mereka adalah Drs.Hasuri Waseh,M.Si, Prof Dr, H, Ahmad Sihabudin,M.Si dan Dr. Agus Sjafari,M.Si.
Acara diawali dengan sambutan PR 1 dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi masing-masing calon dekan dihadapan anggota senat dan hadirin yang datang di ruangan tersebut. Kesempatan ini dipergunakan sangat baik oleh ketiga calon untuk menjelaskan program apa yang akan dilakukannya jika terpilih nanti, seperti Hasuri kandidat no.1 yang menjanjikan akan menyamakan kalender akademik dengan universitas negeri lainnya di Indonesia.
Saat diwawancarai, Dr. Benny Irawan selaku PR1, menuturkan harapannya agar siapa pun dekan yang terpilih nanti mampu menjaga kekeluargaan dan tidak ada kelompok yang bersitegang dan merasa sakit hati. “Siapapun yang terpilih adalah keberhasilan bersama atas dukungan semua pihak,” tambah Benny.
Pada pemilihan tersebut  Dr. Agus Sjafari, M.si terpilih menjadi dekan fisip periode 2011-2015 dengan perolehan Agus Sjafari tujuh suara, Ahmad  Sihabudin  lima suara, dan Hasuri tidak mendapatkan perolehan suara dari 12 senat yang terpilih.  (Nike)

Kamis, 08 Desember 2011

galeri foto edisi 3

Untirta, 01/12- SPANDUK KEGIATAN. Pada bulan Desember ini kegiatan di lingkungan kampus Untirta sangat padat. salah satu diantara nya adalah Pemilihan Dekan Fisip Periode 2011-2015. Pada hari ini (7/12) Dekan terpilih dilantik di gedung B Auditorium.


Serang, 6/12. TIKET MUSEUM - Walaupun harga tiket untuk masuk museum murah, namun pengunjung yang datang tetap sepi. beberapa langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah ini (Tiket Murah) diharapkan pengunjung mau mengunjungi museum tertentu. seperti museum di Banten lama contohnya, terlihat redupnya antusias warga untuk menikmati ruangan yang berisikan sejarah-sejarah penting di Banten khususnya.

Menelusuri Jejak Pemimpin Banten Lewat Museum Kepurbakalaan Banten Lama

Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang
merupakan pusat peninggalan sejarah Banten, Rabu (7/12).

bacadonggg.com - Mengunjungi kawasan Banten lama tak lengkap rasanya jika tidak mampir sebentar ke Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. Disana Anda akan mendapat cerita lengkap tentang kisah para pemimpin Banten di masa sejarah.

Museum yang masih berdiri dibawah Dirjen Sejarah dan Purbakala ini menampung berbagai artifak kerajaan Banten beberapa periode. Seperti guci, keramik ukiran oriental, koin, keris, golok, lukisan, peluru yang terbuat dari besi, timah dan batu.

Benda-benda tersebut memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, peninggalan sejarah tersebut juga menjadi saksi bisu perjuangan para pemimpin Banten terdahulu dalam masa penjajahan. Mulai dari Sunan Gunung Jati hingga di masa keemasan Banten ketika dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Museum ini selalu ramai pada hari libur. Menurut keterangan Yanuar (26), pemandu wisata, para pengunjung berasal dari berbagai usia mulai dari pelajar, pengunjung umum dan peneliti dari luar negeri. Namun pengunjung paling ramai dari kalangan pelajar.

Untuk masuk ke dalam museum sejarah ini, pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp.1000,- harga yang murah untuk  informasi bernilai sejarah. (Rahmi)



Ihyauddin Rosyadi El Bantany : Pemimpin itu Harus Berkarakter

Ihyauddin (Dok. Orange)

Siapa yang tidak kenal dengan Ihyauddin Rosyadi El Bantani? Presiden Mahasiswa Untirta 2010 yang juga mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP Untirta angkatan 2006. Anak kedelapan dari sepuluh bersaudara ini lahir di Serang pada 13 Maret 1988.

Ihya, begitu panggilan akrabnya dibesarkan di keluarga yang sederhana dan keluarga yang mengedepankan nilai-nilai agama dan kekeluargaan. Pendidikan formalnya diawali di Sekolah Dasar Negeri 2 Cipocok Jaya, lalu dilanjutkan pendidikan di MTs Negeri Serang dan SMAN Cibadak - Rangkasbitung. Tiga tempat pendidikan formal tersebut menjadi tempat bagi Ihya dalam mencari jatidiri dan mengenal interaksi dengan sesama.

Organisasi yang pernah digeluti diantaranya adalah, Sekretaris OSIS di MTsN Serang, menginjak SMA menggeluti organisasi sebagai ketua OSIS SMAN Cibadak tahun 2004, Ketua Pramuka SMAN Cibadak tahun 2004, dan Ketua KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia) tahun 2005 Kabupaten Lebak.
Selepas menyelesaikan studinya dari sekolah menengah dengan aktif di berbagai organisasi, selanjutnya ia aktif mengikuti organisasi di Untirta, diantaranya HMJ administrasi negara sebagai Koordinator kerohanian, BEM FISIP sebagai Koordinator Kajian strategis dan kaderisasi, LDK Baabussalam sebagai staff Dept. Syiar, KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Untirta sebagai Ketua Umum 2008, BEM Untirta sebagai Menteri Luar Negeri 2009 dan BEM Untirta sebagai Presiden Mahasiswa tahun 2010. Ia juga pernah menjadi Delegasi Peserta Lomba MTQ Mahasiswa Nasional bidang Tartil  Al-Qur’an Lhouksemawe tahun 2009.

Bagi Ihyauddin Rosyadi El Bantani, pemimpin itu harus memiliki karakter. Diakhir jabatannya sebagai Presiden Mahasiswa Untirta 2010, ia mengungkapkan pengalamannya selama menjabat sebagai Presma. Ia mencoba lebih terbuka dengan kawan-kawan mahasiswa yang bisa menjadi masukkan saran dan kritik dalam masa kepemimpinannya.

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menjalankan sesuatu. Ada yang senang ataupun kurang senang menilai seseorang. Apatisme mahasiswa yang semakin besar, membuat subjektifitas dan prejudice (buruk sangka) mengakibatkan pelecehan terhadap orang lain.
Banyak kesan dan pengalaman selama menjabat sebagai Presma Untirta, selain bahagia karena dapat menyelesaikan amanat hingga akhir masa jabatannya, ia juga merasa sedih dan khawatir apabila semua yang dilakukannya itu tidak amanat di mata Allah SWT dan orang lain. “Ya, semuanya telah saya jalankan semaksimal mungkin, kesan mendalam semoga semuanya dapat memaafkan kesalahan yang saya lakukan,” tuturnya.

Menurut Ihya, sikap seperti itu wajar terjadi karena memang kodrat manusia untuk menilai baik atau buruk. “Yang terpenting kita bisa dewasa menyikapinya, karena jika hal tersebut tidak ada, semuanya terasa hambar,” ungkapnya dengan santai.

Gaya kepemimpinan setiap orang jelas berbeda, itu pun yang dijalankan oleh pria yang mengagumi Soekarno ini. “Pengaruh dan kharisma yang amat besar di masyarakat, menjadikan Soekarno sebagai pemimpin yang disegani,” tuturnya. “Kita tinggal meneladani beliau, sejarah hidupnya, serta belajar dan mengaplikasikan ilmu yang kita miliki,” tambahnya. Makna pahlawan menurut pria yang juga mengidolakan Rasulullah SAW ini ialah seseorang yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain. “Gelaran atau tanda jasa kepahlawanan itu hanya sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu-pendahulu kita.” ungkapnya.

Degradasi moral yang semakin akut menyerang bangsa ini merupakan permasalahan  kompleks. Dibutuhkan pembangunan karakter guna memperbaiki moral di bangsa ini. Sehingga menurutnya seorang pemimpin ke depan itu haruslah seseorang yang memiliki karakter, dengan basis spiritual dan emosional yang ia miliki, sehingga akhirnya ia dapat loyal dan memiliki kepedulian dalam memimpin.

Pria yang memiliki motto hidup berbagi di dunia investasi di syurga ini selalu berusaha dapat menjalin silaturahim dengan semua orang. Selain itu membaca dan diskusi merupakan kegiatan yang ia lakukan dalam mengisi waktunya ditengah kesibukannya yang kian padat.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemimpin-pemimpin kita di masa yang akan datang. “Untuk itu dibutuhkan soliditas untuk kawan-kawan mahasiswa KBM Untirta untuk menyelesaikan PR tersebut, jangan sampai independensi kita sebagai mahasiswa luntur hanya karena kepentingan pribadi ataupun golongan,” tegasnya.

Ia pun berharap, semoga apa yang dilakukannya saat ini akan dapat disempurnakan oleh generasi yang akan datang. Tidak sekedar mengkritisi satu golongan saja tetapi semoga apa yang kita niatkan untuk dijalankan itu merupakan kehendak dari seluruh civitas akademika Untirta. (Orange)